Aku punya mimpi. Mimpiku sangat banyak meski tak sebanyak taburan bola gas di angkasa. Aku punya mimipi. Mimpi itu tengah kuperjuangkan dan selalu bertambah seiring waktu tanpa kusadar. Terkadang, mimpi di hari lalu terlupa dan terganti dengan mimpi di hari ini. Tapi, mimpi besarku masih kuingat dan selalu kugenggam. Aku tahu apa mimipiku. Aku tahu betapa susahnya untuk menggapainya. Aku tahu itu, tapi itu tak menghilangkan kepercayaanku. Hei, aku punya iman, tapi terkadang aku tak memercayai keimananku sendiri. Impianku selalu berganti. Pramugari, guru matematika, guru TK, animator, peneliti, cendekiawan. Aku memikirkan hal-hal baik yang akan terjadi di masa depan, tapi baru kusadar aku tak banyak merangkak menuju masa depan. Kini impianku adala menjadi animator. Untuk itu, aku harus punya banyak dana karena biaya yang tidak murah. Aku harus bisa menjadi seorang ekstrovert untuk memperluas relasiku. Aku perlu belajar kepemimpinan agar aku bisa mengerahkan oran...