Skip to main content

Terambing

Hari ini, 8 Maret 2018 aku lagi-lagi terombang-ambing dalam suatu kepasrahan tanpa arah. Hidupku seakan kosong dan aku tidak tahu jelas mengapa.

Aku masih punya mimpi, aku menyadarinya. Aku memegang impian itu untuk kuperjuangkan dan menjadikannya terkabul di hari esok.Namun, aku kehilangan gairah untuk menapakkan kaki. Aku merana.

Entah apa. Apa-apa saja yang membuat hidupku terasa hampa. Padahal, semua cukup bagiku. Aku tak sedang menginginkan suatu hal yang aneh. Aku mensyukuri segala yang kupunya, tapi hatiku terasa gundah.

Aku mengingat janji-janjiku yang hanya berakhir sebagai harapan hampa. Jauh di dalam hati, aku tak ingin menjadikan semua sia-sia. Aku tak ingin mengecewakan siapa-siapa.


....
Barangkali rasa bersalah itu yang membuat hatiku tersita.

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Sahabat

Mungkin sudah 3 tahun lamanya aku tidak merasakan kasih dari seorang sahabat yang teramat kusayangi. Keceriaan, kehangatan yang selalu terpancar darimu setiap kali kau tersenyum, tertawa. Canda-tawa, hari-hari yang kita lalui bersama. Ketentraman yang terkadang merasuk ke dalam jiwa saat berada di sampingmu. Aku benar-benar merindukannya. Masih ingatkah dirimu akan kenangan kita bertahun-tahun yang lalu? Saat kita membuat bangau dari kertas-ketas lipat? Di ruangan itu, dengan seorang pemandu, kita membuat bangau kita masing-masing. Kau dengan mudah dapat membuatnya, namun kurasa saat itu aku gagal. Namun tak apa, hal itu telah membuatku senang. Masih adakah memori yang melekat tentang hujan di masa lalu? Jujur aku sangat menyukainya. Mengapungkan kapal-kapal kertas ataupun bunga-bunga mangkok di bak pasir yang tergenang air, berharap seluruh permohonan kita terkabul. Meski aku tak lagi mengingat namanya sebagaimana yang pernah kau katakana padak, dia tak mengingat akan sos...

Gambar: 2016-2017

Dulu aku berpikir telah bisa menggambar dengan baik. Kukira aku akan menjadi seorang ilustrator yang terkenal dan sukses. Tapi aku salah besar. Gambarku tidak spesial, mereka biasa saja.  Tapi aku bersyukur akhirnya aku menyadari hal itu sehingga aku bisa menundukkan diri dan memulai semua dari awal.