Skip to main content

Apakah Sebaiknya Berhenti Menulis?

Setelah aku menilik ulang isi blogku, aku menemukan beberapa cerita yang aku tulis beberapa tahun lalu. Kata-kata dan cerita yang membuatku bahagia. Meski tak banyak (atau tidak ada?) orang selain diriku yang membacanya, tapi aku menyukai buah pikiranku itu.

Beberapa waktu lalu aku sempat terpikir untuk berhenti menulis. Lalu, setelah melihat kilas balik perjalanan waktu pribadiku, aku kembali bergumam. Haruskah?

Mungkin aku perlu memberi kesempatan kedua. Untuk diriku.


Comments

Popular posts from this blog

Untuk Sahabat

Mungkin sudah 3 tahun lamanya aku tidak merasakan kasih dari seorang sahabat yang teramat kusayangi. Keceriaan, kehangatan yang selalu terpancar darimu setiap kali kau tersenyum, tertawa. Canda-tawa, hari-hari yang kita lalui bersama. Ketentraman yang terkadang merasuk ke dalam jiwa saat berada di sampingmu. Aku benar-benar merindukannya. Masih ingatkah dirimu akan kenangan kita bertahun-tahun yang lalu? Saat kita membuat bangau dari kertas-ketas lipat? Di ruangan itu, dengan seorang pemandu, kita membuat bangau kita masing-masing. Kau dengan mudah dapat membuatnya, namun kurasa saat itu aku gagal. Namun tak apa, hal itu telah membuatku senang. Masih adakah memori yang melekat tentang hujan di masa lalu? Jujur aku sangat menyukainya. Mengapungkan kapal-kapal kertas ataupun bunga-bunga mangkok di bak pasir yang tergenang air, berharap seluruh permohonan kita terkabul. Meski aku tak lagi mengingat namanya sebagaimana yang pernah kau katakana padak, dia tak mengingat akan sos...

Gambar: 2016-2017

Dulu aku berpikir telah bisa menggambar dengan baik. Kukira aku akan menjadi seorang ilustrator yang terkenal dan sukses. Tapi aku salah besar. Gambarku tidak spesial, mereka biasa saja.  Tapi aku bersyukur akhirnya aku menyadari hal itu sehingga aku bisa menundukkan diri dan memulai semua dari awal.