Lima tahun bukan waktu yang singkat. Banyak hal yang diharapkan berubah dalam waktu yang sesungguhnya relatif singkat itu, termasuk dari seseorang yang bahkan tak banyak dikenal atau diandalkan orang lain.
Mimpiku, sebagian telah terwujud. Aku bersyukur pada Tuhan yang Maha Baik. Aku dapat menapakkan kaki di tanah Sunda yang dulu hanya kubayangkan dari pesan-pesan singkat 140 karakter yang kukirim dan kuterima dari seseorang yang bahkan tak pernah kutemui sebelumnya. Itu terjadi ketika aku masih duduk di kelas 5 SD, tidak lama setelah aku berkenalan dengan jejaring sosial dalam medium yang telah merambah hingga seluk-beluk dunia, internet. Lalu, di bangku sekolah menengah, aku berkenalan dengan beberapa teman yang kini dapat kutemui secara langsung.
Dulu aku hanya anak polos dengan mimpi sederhana, tak pernah mendamba bertemu dengan gajah dengan gading patah yang banyak dibicarakan orang di sana. Aku hanya ingin menjadi seorang guru TK, matematika, dan masuk universitas Surabaya yang tak terlalu jauh dari rumah. Aku tak ingat persis kapan orientasiku berubah. Mungkin, itu terjadi kala sekolah menengah pertama di saat pencarian jati diri dimulai.
Dalam lima tahun, aku tak banyak berubah. Beberapa mimpiku memang telah terwujud, tapi sebagian yang lain masih terbenam. Menjadi seorang komikus di umur 17 tahun, membuat MV, membuat animasi, memiliki studio animasi internasional, menjadi utaite.
Tidak lama lagi aku akan menginjak usia 19 tahun. Aku harus berusaha lebih keras untuk mewujudkan impian-impian tersebut dan berubah menjadi seorang manusia dewasa.
Mimpiku, sebagian telah terwujud. Aku bersyukur pada Tuhan yang Maha Baik. Aku dapat menapakkan kaki di tanah Sunda yang dulu hanya kubayangkan dari pesan-pesan singkat 140 karakter yang kukirim dan kuterima dari seseorang yang bahkan tak pernah kutemui sebelumnya. Itu terjadi ketika aku masih duduk di kelas 5 SD, tidak lama setelah aku berkenalan dengan jejaring sosial dalam medium yang telah merambah hingga seluk-beluk dunia, internet. Lalu, di bangku sekolah menengah, aku berkenalan dengan beberapa teman yang kini dapat kutemui secara langsung.
Dulu aku hanya anak polos dengan mimpi sederhana, tak pernah mendamba bertemu dengan gajah dengan gading patah yang banyak dibicarakan orang di sana. Aku hanya ingin menjadi seorang guru TK, matematika, dan masuk universitas Surabaya yang tak terlalu jauh dari rumah. Aku tak ingat persis kapan orientasiku berubah. Mungkin, itu terjadi kala sekolah menengah pertama di saat pencarian jati diri dimulai.
Dalam lima tahun, aku tak banyak berubah. Beberapa mimpiku memang telah terwujud, tapi sebagian yang lain masih terbenam. Menjadi seorang komikus di umur 17 tahun, membuat MV, membuat animasi, memiliki studio animasi internasional, menjadi utaite.
Tidak lama lagi aku akan menginjak usia 19 tahun. Aku harus berusaha lebih keras untuk mewujudkan impian-impian tersebut dan berubah menjadi seorang manusia dewasa.
Comments
Post a Comment